Tujuan utama sholat adalah zikrullah (ingat pada Allah), agar tujuan itu terwujud, maka kita harus menghadirkan Allah dalam setiap ucapan dan gerakan sholat. Kalau yang terjadi malah kita ingat segala macam maka tujuan sholat tidak tercapai. Dan khusuk juga maka meditasi kita akan berhasilkan. Bagaimana caranya?
Pahami kuncinya adalah hati, karena yang lebih berfungsi untuk merasakan dan memahami adalah hati, sedangkan pikiran atau otak lebih berfungsi untuk berfikir, mengingat dan menganalisa. Dalam sholat yang harus kita lakukan adalah memahami dan merasakan kehadiran Allah, bukan malah berfikir dan mengingatnya untuk itu kita harus mempasifkan fungsi otak dan mengaktifkan hati, dengan kata lain pasifkanlah pasca indar dan aktifkanlah indera keenam yaitu hati.
Pemahaman yang ditangkap oleh hati lebih substansi dibandingkan panca indera, karena itu secara logika praktis, kita bias melakukan meditasi tertentu, dan kemudian memahami suatu persoalan secara langsung tanpa menggunakan panca indera kita cara inilah yang kita gunakan untuk mengkhusukkan sholat. Panca indera pasifkan dan aktifkan hati kita
Jadi yang kita lakukan dalam sholat kita pada dasarnya mencoba menghadirkan kehadiran Allah smabil melakukan resonansi energy do’a- do’a yang kit abaca untuk membuka hati kita. Maka apa yang sedang terjadi ketika seorang khusuk dalam sholatnya? Dia sebenarnya sedang melatih hatinya untuk bergetaran mengikuti getaran – getaran lembut yang dipancarkan oleh do’a – do’a yang sedang kita ucapkan yang bukan sekedar hafalan.
Sholat Berjama’ah
Apa pentngnya sholat berjama’ah? Rosulullah mengatakan bahwa sholat sendirian bernilai 1 sedangkan sholat berjama’ah bernilai 27 kali lipat, yupz awalnya kita tahu bahwa orang yang sedang sholat memancarkan energy, dianalogikan dngan sebuah baterai ketika belum dihubungkan dengan lampu atau peralatan tertentu. Baterai ini itdak memancarkan energinya, tetapi begitu terkumpul dia akan memancarkan energinya. Demikian pula orang sholat. Pada saat dia belum melakukan sholat maka energy itu tidak terpancarkan, tetapi begitu dia melakukan sholat maka energinya akan terpancar secara vertical maupun horizontal.
Ibarat baterai, kalau kita menyalakan lampu dengan sebuah baterai, maka terang sinarnya tentu akan kalah dengan lampu yang dinyalakan dengan menggunakan tiga baterai atau sepuluh baterai, semakin banyak baterai yang digunakan maka nyala lampu itu akan semakin terang.
Demikian juga dengan orang sholat. Jika kita sholat sendirian, maka energy yang kita pancarkan kekuatannya hanya satu pancaran saja, tetapi kalau kita sholat berjama’ah, maka pancaran energy yang kita hasilkan menjadi jauh lebih besar. Persis sejumlah baterai yang di gabungkan secara serial untuk menghidupkan lampu. Jadi dengan sholat berjama’ah itu Rosulullah sedang mengajarkan pada kita, agar energy yang kita hasilkan menjadi lebih besar ketimbang sholat sendiriankarena itu kata Rosulullah kalau sholat berjama’ah shofny a jangan rengang – rengang persis dengan jumlah baterai yang dihubungkan serial satu dengan yang lainnya harus bersentuhan positif dan negatifnya demikian pula sholat berjama’ah kita harus bersentuhan satu sama lain tentu tidak perlu sampai berdesakan karena justru akan mengaggu kekhusukan sholat kita.
Subhanallah ternyata Allah memerintahkan kepada kita bukan hanya semata – mata perintah tetapi penuh dengan kemanfaatan. So apa yang kita ragukan lagi dengan maha kuasanya Allah mengatur segala kehidupan. Semoga bermanfaat.
Reff : Mustofa,Ir. Agus. “ Pusara Energi Ka’bah “ cot X. PADMA Pres, Surabaya: 2006.
Yah, Allah memang memberikan hikmah tersembunyi dalam shalat. Dan tidak mustahil Allah menyembunyikan himah2 lain di dalam ibadah2 lainnya, so kita harus selalu rajin beribadah kepada Allah