Kolom Pencarian
Pengurus Harian PPK Periode 2010-2011
KETUA
Khotibul Umam

BENDAHARA
Siti Nurjanah

SEKRETARIS
1. Siti Masyitoh
2. Ismaya Munaf

Pengajaran & Ke MP-AN
Siti Fatimah
Listya Rosmita Rahmawati
Lia Pamungkas Sari
Susanti
Dardiri
Yusuf Mufti
Rischan Mafur

Ke-MAHASISWA-an
Purna Bayu
Abu Kamal
Detu Maharani
Latif Agung Nugroho
Nofita Wulan Sari
Edy Muhartono
Ika Yunita

MEDIA dan PUBLIKASI
Rifqi Bahtiar
Abdul Wahid
M. Asfarudin
Aini Zahra
Pulung N
Rodhi Abdul Latif

Mutira Hadits
Allhumma baariklanaa fii rojaba, wa sya'bana, waballighnaa romadlon
"Yaa Alloh yaa Tuhan kami, berkahilah kami pada bulan rojab ini dan pada bulan sya'ban dan sampaikanlah kami kepada bulan romadlon"


“Sesungguhnya Harta Yang Paling Berharga Ialah Lidah Yang Sentiasa Berzikir, Hati Yang Sentiasa Bersyukur Dan ISTERI SOLEHAH Yang Dapat Menolong Suami Menguatkan Imannya."
Pengumuman
Selamat Datang Mahasiswa Baru Fakultas Sains dan Teknolgi Tahun 2010.

"Generasi Saintis Muslim Sejati"
Temui Admin

REFLEKSI DIRI MENUJU PRIBADI ISLAMI
23 September 2010
“Apakah kalian mengimani sebagian al-Quran dan mengingkari sebagian yang lainnya? Tiada balasan bagi orang-orang yang berbuat demikian di antara kalian selain kenistaan dalam kehidupan dunia, sementara pada hari Kiamat kelak mereka dilemparkan ke dalam azab yang sangat berat.” ( QS al-Baqarah [2]: 85 )
Sobat muda muslim, coba deh kita perhatiin lingkungan di sekitar kita sekarang ini. Sepertinya kian steril dari aturan Islam. Mulai dari cara berpakaian, bergaul, di tempat kerja, sekolah, atau di sekitar rumah.
Semuanya udah dibalut dengan paham sekuler yang berasal dari gaya hidup Barat. Paham ini yang nempatin aturan agama cuma buat di masjid atau majelis taklim doang. Itu pun sebatas lisan dan ritualitas belaka. Padahal kita sebagai muslim mestinya juga harus mengamalkan ajaran Islam di mana saja, kapan saja, dan dalam kondisi apapun. Kata pak ustadz Islam Kaffah tahu kan..... Ini yang seringkali jadi dilema bagi remaja muslim.
Tentu, dilema yang dialami remaja muslim amat wajar terjadi. Karena aturan lingkungan di sekitar kita seolah memaksa mereka untuk sekuler. Inilah yang dikehendaki musuh-musuh Islam. Melalui media informasi mereka, kita digiring mengikuti budaya Barat yang sekuler dengan cap modern, gaul bin trendi. Hingga kita nggak bisa lihat, denger, tonton, kecuali apa yang mereka tayangkan. Walhasil, pola pikir dan pola sikap kaum Muslimin banyak yang berkiblat pada gaya hidup Barat.
Itu semua bisa terjadi karena kita terlalu berkompromi dalam menyikapi gelombang hedonisme yang menghantam kebudayaan kita. Memang, mungkin kita sudah berusaha menyaring kebudayaan luar tersebut dengan aturan Islam. Tapi yang terjadi malah sebaliknya aturan-aturan Islamlah yang kita sesuaikan dengan kebudayaan tersebut. Akibatnya banyak temen-temen kita yang mengalami krisis identitas sebagai muslim. Mereka seolah malu menampilkan sosoknya sebagai muslim atau muslimah. Seperti dalam tren busana musli-mah yang lagi banyak digandrungi. Berkerudung tapi seksi bin modis. Kerudungnya begitu ketat membalut kepala. Terus, ujung-ujung kain penutup kepala itu yang syar'i-nya menutupi bagian dada, malah ditarik ke atas dan dililitkan ke bagian belakang leher. Mereka menyebutnya kudung gaul. Tapi kok malah jadi amburadul ya..... Bukan itu saja banyak diantara temen-temen kita yang, memunculkan fenomena ‘pacaran islami' dengan batasan no kiss no touch . Padahal jalan berdua dengan lawan jenis yang bukan mahramnya aja udah nggak boleh. Gimana bisa ada pacaran islami? Kecuali aktivitas pacaran itu dilakukan after merit.
Sobat muda muslim, kompromi, toleransi, jalan tengah atau sejenisnya memang bukanlah sesuatu yang buruk atau dilarang dalam Islam. Bahkan Al-Qur’an selalu mengajarkan agar kita bersikap toleran . Akan jangan sampai sikap toleransi kita terhadap norma-norma yang datang dari luar ajaran Islam, malah menjauhkan kita dari ajaran Islam itu sendiri.
Allah swt. berfirman: “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agama bagimu.” (QS al-Mâidah [5]: 3)
Dalam ayat di atas Allah swt. memastikan kalo agama Islam adalah agama yang sempurna. Aturannya layak dipakai oleh siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Ini berarti nggak ada masalah yang nggak bisa diatasi oleh aturan Islam. Termasuk masalah baru yang muncul karena perkembangan zaman. Semuanya bisa diselesaikan, asalkan kita benar-benar mau mengkaji dan memahami Islam dengan sungguh-sungguh.
Adapun pendapat yang bilang hukum Islam itu fleksibel sebenernya berasal dari orang kafir. Seperti yang pernah disampaikan seorang orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher, dalam bukunya. The Introduction to Islamic Law . Dia bilang, perubahan hukum tidak bisa diingkari lagi dengan adanya perubahan tempat dan zaman . Ini artinya fakta yang terjadi karena perkembangan zaman bisa jadi sumber buat pengambilan hukum Islam. Padahal, Islam memiliki sumber hukum yang tidak akan lekang dari perubahan zaman karena bersumber langsung dari sang Khaliq Allah Azza wa jalla, yaitu al-Quran, dan sumber hukum lainnya yang mengacu atau menguatkan al-Qur’an yaitu as-Sunnah, dan yang dibenarkan oleh keduanya; yaitu Ijma Sahabat dan Qiyas. Sehingga dalam hal ini kedudukan fakta dijadikan sebagai obyek hukum. Kalo ada fakta baru, maka akan ada proses istinbath alias penggalian hukum terhadap fakta itu. Di sini terjadi proses penelaahan informasi yang lengkap bin komplit seputar fakta itu. Lalu digali status hukumnya berdasarkan sumber hukum Islam. Proses ijtihad yang dilakukan para muj-tahid inilah yang menjadikan Islam is Never Die !
Sobat muda muslim, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri selagi allah masih memberikan kehidupan untuk kita dan kiata memiliki niat untuk melakukannya saat ini juga. Jalan hidup seperti apa yang akan kita pilih. Haruskah kita mengorbankan jati diri kita sebagai muslim demi status gaul, seksi, atau tren? Pantaskah kita mengutamakan status keduniaan daripada ridho Allah? Ragukah kita terhadap kesempurnaan aturan Allah? Malukah kita kalo harus istiqomah dengan aturan Islam di lingkungan sekuler sekitar kita?
So, mari kita jadikan Islam jalan hidup kita. Kita pelajari, pahami, amalkan, yakini, dan dakwahkan. Oke...wallahu a’lam.

Label:


Baca Selengkapnya!
Di Posting Oleh: ppk uin suka @ Pada Pukul: 21.46.00   0 Komentar
MENJADI MAHASISWA YANG IDEAL
Memasuki dunia kampus sangatlah berbeda dengan dunia sekolah pada umumnya. Berbagai warna-warni organisasi mahasiswa melengkapi sempurnannya kehidupan di dalam kampus. Pada tahun pertama, mahasiswa baru (MABA) mayoritas merasa bimbang dan menimbang-nimbang organisasi mana yang akan diikutinya.

Sebagian besar juga ada yang tidak mengindahkan adanya organisasi di sekelilingnya karena bagi mereka berorganisasi akan mengganggu studinya di kampus.
Perang pemikiran seperti ini akan sering dirasakan oleh mahasiswa baru (MABA). Manakah yang arus di pilih, studi atau organisasi? Kebimbangan memilih antara dua pilihan yang berbeda ini sering membuat mahasiswa putus asa dan akhirnya memilih menjadi ‘mahasiswa biasa-biasa saja’. Bagi kamu mahasiswa baru, what’s your choice? So, jangan bimbang, kali ini kita akan membahas sosok mahasiswa yang ideal.
Ada beberapa macam tipe mahasiswa yang ada dapat kita saksikan di kampus, misalnya mahasiswa kupu-kupu, mahasiswa aktifis, mahasiswa 3K, dan lain-lain. Istilah mahasiswa ‘kupu-kupu’ sering disandangkan bagi mahasiswa yang kegiatan setiap harinya hanya kuliah-pulang-kuliah-pulang. Mahasiswa ini disebut juga dengan mahasiswa KPK alias mahasiswa yang rutinitasnya hanya kuliah-perpustakaan-kos.
Mahasiswa tipe ini lebih suka berfikir pragmatis dan study oriented. Mereka selalu berfikir bahwasanya dengan kuliah yang rajin, IPK tinggi, lulus cepat, akan memperoleh pekerjaan yang bagus dan prestasi yang cemerlang. Bagi mereka berorganisasi adalah suatu hal yang membuang-buang waktu. Kelebihan yang mereka miliki di banding dengan mahasiswa yang lain adalah rajin mengerjakan tugas, IPK selalu tinggi dan biasanya datang ke kampus paling awal. Namun, kekurangan mereka biasanya adalah kurang peka dengan keadaan sosial, kurang pengalaman, dan sulit memanajemen waktu yang dimiliki.
Istilah lainnya adalah 3K, yaitu Kos, Kantin, Kampus. Istilah-istilah seperti ini sering ditujukan bagi mahasiswa yang rutinitasnya hanya kuliah, tidur di kos, dan hobinya jalan-jalan ke mall, dan lain sebagainya. Mereka mayoritas berfikir bahwasanya masa kuliah adalah masa muda yang sangat asyik untuk bersenang-senang dan menikmati hidup. Kondisi ini didukung dengan keadaan kos atau kontrakan yang jauh dari orang tua, sehingga tampak tidak ada yang mengontrol kegiatan mereka sehari-hari. Mereka lebih bersifat hedonis dan biasanya merupakan mahasiswa golongan berada/ ‘borjuis’. Biasanya mereka bersifat royal, namun prestasi akademis mereka sering ‘pas-pasan’ dan ‘biasa-biasa aja’.
Istilah lainnya adalah mahasiswa aktifis. Mahasiswa tipe aktifis lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus organisasi. Bisanya mereka memiliki rasa sosial yang tinggi, memiliki kemampuan memanajemen waktu dan urusan-urusan, banyak relasi, bersikap supel dan pandai bergaul. Selain kelebihan, mereka juga memiliki kekurangan, yaitu kurang begitu peduli dengan akademisnya dan Indeks Prestasi (IPK) sering ‘NASAKOM’ alias ‘nasib satu koma(1,_)’ atau hanya cukup dua koma(2,_).
Lalu seperti apakah sosok mahasiswa yang ideal tersebut?
Kehidupan di kampus tidak hanya memiliki tujuan yang sesaat. Dunia kampus merupakan jembatan menuju kehidupan yang nyata di masyarakat. Begitu banyaknya permasalahan yang ada di masyarakat, membutuhkan peran kita sebagai ‘agent of change’ atau agen perubahan di masyarakat untuk menyelesaikan masalah-masalah tersebut. Penyelesaian masalah di dalam masyarakat sangat membutuhkan beberapa keahlian yang dapat kita peroleh di dunia kampus.
Keahlian-keahlian yang dapat kita peroleh di kampus dapat berupa keahlian yang bersifat akademis dan kemampuan sosial. Kemampuan akademis dapat kita asah dan kembangkan berdasarkan disiplin ilmu yang kita peroleh di perkuliahan. Sedangkan kemampuan sosial dapat kita kembangkan melalui pengembangan diri di dalam organisasi. Tidak selamanya berorganisasi itu buruk, tetapi dengan berorganisasi kita dapat mengasah kemampuan kita dalam manajerial diri, manajerial organisasi, manajerial waktu, dan lain sebagainya. Kemampuan-kemampuan ini tidak dapat kita peroleh hanya dengan mengikuti perkuliahan.
Sosok mahasiswa yang ideal adalah mahasiswa yang tetap memperhatikan segi akademisnya tanpa mengesampingkan aktifitas berorganisasi. Dua kemampuan ini setidaknya harus tetap dimiliki oleh mahasiswa tanpa fanatis pada salah satu segi kemampuan saja. Hal ini sesuai dengan apa yang disebutkan dalam hadis yang menyebutkan “khoirul umuuri awsathuhaa”, yaitu sebaik-baik perkara adalah pertengahannya atau sedang-sedang saja. So, would you like to be ideal student? ^_^

Label:


Baca Selengkapnya!
Di Posting Oleh: ppk uin suka @ Pada Pukul: 21.18.00   0 Komentar
Struktur Organisasi
20 September 2010
KETUA
Khotibul Umam

BENDAHARA
Siti Nurjanah

SEKRETARIS
Siti Masyitoh
Ismaya Munaf

Div. PENGAJARAN & Ke MP-AN
Siti Fatimah (Koordinator)
Listya Rosmita Rahmawati
Lia Pamungkas Sari
Susanti
Dardiri
Yusuf Mufti
Rischan Mafur

Div. Ke-MAHASISWA-an
Purna Bayu (Koordinator)
Abu Kamal
Detu Maharani
Latif Agung Nugroho
Nofita Wulan Sari
Edy Muhartono
Ika Yunita

Div. MEDIA dan PUBLIKASI
Rifqi Bahtiar (Koordinator)
Abdul Wahid
M. Asfarudin
Aini Zahra
Pulung N
Rodhi Abdul Latif

Baca Selengkapnya!
Di Posting Oleh: ppk uin suka @ Pada Pukul: 21.59.00   0 Komentar
MOTIVASI ISLAM
24 Mei 2009
Berhasil mengatasi masalah akan mengantarkan kita
pada posisi yang bagus untuk mengatasi masalah berikutnya.
Kesuksesan kita akan menjadi bekal yang sangat baik untuk mencapai kesuksesan2 berikutnya.


Orang yang kaya menjadi lebih kaya bukan karena
harta yang dimilikinya, namun karena arah yang
benar dalam usaha dan kehidupannya;
tindakan yang benar dalam langkah-langkahnya,
sehingga kesuksesan itu akan muncul ber-ulang2!

Kalau dalam kehidupan, kita melihat yang kaya makin kaya,
yang miskin makin miskin. Memang itu yang terjadi.
Sekarang lihatlah kehidupan kita. Apakah kita makin kaya
atau makin miskin? Jika kita makin miskin, maka segeralah berbalik arah.
Kita pasti melakukan kesalahan yang mungkin tidak kita sadari. Jika kita
tetap menjalani apa yang kita lakukan sekarang ini, maka kemungkinan
kita akan semakin terpuruk. Namun jika kita merasa makin kaya, maka
melangkahlah makin cepat. Berlarilah! Karena arah Kita sudah benar.

Jika kita cenderung mengalami kemerosotan
dalam taraf kehidupan, maka saatnya sekarang
berbalik arah! Ubah arah kita karena itu tidak bisa ditawar-tawar lagi.
Kita telah melakukan kesalahan!

Sekaranglah saatnya KITA berubah! Kemalasan kita
ubah menjadi ketekunan. Kesombongan kita harus
diubah menjadi keramahan. Kesederhanaan kita dalam
berpikir harus kita ubah dengan kreativitas
yang genius. Kelalain Kita harus kita ubah dengan
kewaspadaan yang tajam. Waktu kita harus diisi
penuh dengan aktivitas, detik demi detik.
Pikiran negatif kita harus diubah dengan pikiran positif.

Apakah mudah? Jangan bertanya lagi! Begitu kita ingat
maka lakukan perubahan itu, terus menerus, hingga kita
tidak akan merasakan itu, dan kita sudah berbalik arah.
Ya, sekaranglah saatnya kita banting setir!

Rasakan perubahan itu. Bila kehidupan kita sudah
mulai membaik, maka semangati untuk melakukan lebih
kencang, bergerak lebih cepat, berpikir lebih taktis
dan lakukan terus hal-hal baik yang sudah membuat
kehidupan kita menuju arah yang benar.

Ingat! Orang yang kaya semakin kaya, bukan karena dia
memiliki harta lebih banyak, namun karena dia sudah
berada diarah yang benar. Kesuksesan yang dia capai
telah membuat efek domino untuk kesuksesan berikutnya!

Source: http://www.kangdidin.co.nr/

Label:


Baca Selengkapnya!
Di Posting Oleh: ppk uin suka @ Pada Pukul: 00.16.00   0 Komentar
Galeri PPK




Posting Sebelumya
Artikel
Link Terkait
Disponsori Oleh:

BLOGGER



© 2010 Oleh Departemen MEDIA PPK UIN-SUKA .
Sekretariat Lt.4 Fak. Sains dan Teknologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Design Oleh PPK Saintek UIN Suka